Apa Perbedaan Ponsel Resmi Dan BM?

Jakarta – Baru-baru ini, Pemerintah sebagai regulator menyatakan mulai memblokir ponsel black market (BM) berdasarkan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) yg mulai ditetapkan akan 17 Agustus 2019 mendatang.

Kabar tersebut sebenarnya bukan keterangan baru. Bahkan, telah cukup lama tanpa kelanjutan. Sebab, sejak bertahun-tahun dahulu hal itu sudah diungkapkan pejabat terkait, tapi tidak kunjung dieksekusi.

Populasi ponsel BM tak boleh dipandang sebelah mata. Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) memperkirakan, buat merek-merek terkenal, jumlah ponsel BM per tahun hingga 30 persen dari total ponsel yg beredar. Itu berarti puluhan juta unit per tahun. Konsumen, produsen ponsel, distributor resmi, dan pemerintah sama-sama dirugikan.

Namun, banyak sebagian orang yg belum mengerti tentang istilah-istilah tentang perbedaan dari ponsel resmi dan BM dalam dunia jual beli smartphone,
dan berikut adalah perbedaanya:

1. Smartphone resmi

Perbedaan smartphone resmi dan distributor ponsel atau smartphone resmi adalah smartphone yg sudah di setujui dan mendapat izin resmi dari pemerintah setempat buat beredar dan di jual di pasar.

Ponsel resmi juga sudah melalui beberapa proses uji kelayakan dan standar di negara yg bersangkutan.

Jika di bandingkan, harga ponsel resmi dijual dengan harga lebih mahal di bandingkan ponsel dengan garansi distributor, hal ini dikarenakan membeli ponsel atau smartphone resmi, berarti pembeli sudah menyukseskan program pajak yg ada di negera yg bersangkutan.

Kenapa ponsel resmi dijual dengan harga lebih mahal? Karena ponsel resmi melalui proses uji, kelayakan, dan pajak yg harus di bayarkan. Jadi, seandainya Anda mempunyai uang lebih, usahakan membeli smartphone resmi.

2. Smartphone black market (BM)

Istilah ponsel black market atau di singkat BM, pasti telah tak begitu asing di telinga sebagian orang.

Pada dasarnya ponsel BM adalah ponsel asli. Biasanya ponsel BM dijual dengan harga lebih murah dibandingkan ponsel resmi, namun, perbedaannya juga tak begitu jauh, cuma sekitar 20 sampai 30 persen.

Mengapa ponsel atau smartphone BM di jual lebih murah? Hal ini dikarenakan jalur pendistribusian, dan smartphone BM yg di jual di pasaran tak terkena pajak, dan tak ada standar atau proses uji kelayakan berdasarkan negara setempat.

Biasanya, ponsel BM tak dilengkapi dengan bahasa yg sesuai dengan standar negara setempat, dan cuma mempunyai Bahasa inggris dan Bahasa dari negara pembuat smartphone BM tersebut.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin