Deretan Lineup Keren Meriahkan Konser Musik Crossborder Kefamenanu 2019

– Konser musik di perbatasan memang lagi jadi salah satu event yg lagi trending beberapa waktu belakangan ini. Upaya bagi mendongkrak kunjungan wisatawan asing yg dikerjakan pemerintah layak mendapat apreasiasi. Gimana nggak, setiap konser crossborder yg digelar sukses menarik perhatian ribuan pengunjung. Hal yg sama juga terjadi ketika Konser Musik Crossborder Kefamenanu 2019 berlangsung. Deretan lineup-nya pukau 1.864 wisatawan mancanegara yg hadir di sana. Salut!

Tipe-X, Vicky Salamor, dan Maria Vittoria atau yg akrab disapa Marvi sukses membuat Crossborder Kefamenanu 2019 makin ‘pecah’. Wisatawan mancanegara masuk lewat sejumlah pintu perbatasan, seperti PLBN Mota’ain, Motamasin, Wini, dan Napan. Wisatawan berpaspor Timor Leste paling mendominasi.

“Pergerakan wisman dari beberapa pintu PLBN kompetitif. Jumlah masyarakat Timor Leste yg masuk terus dominan. Terlepas dari apapun, pergerakan wisman di sana bagus buat TTU. Pergerakan ekonominya itu positif,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Rabu (14/8).

Saat Tipe-X dan Vicky Salamor tampil, sebanyak 734 orang wisman merapat pada Sabtu (10/8). Sebanyak 472 orang masuk dengan memakai paspor. Sisanya sebanyak 262 orang wisman mengandalkan fasilitas Pelintas PLB.

Rizki menambahkan, industri pariwisata TTU mulai semakin positif.

“Kami optimistis pariwisata di TTU mulai selalu tumbuh. Potensi yg dimiliki wilayah ini sangat besar. Mereka memiliki modal berupa alam dan budaya yg eksotis. Semuanya sangat khas. Wisatawan mampu menikmati beragam aktivitas selama berada di sana,” lanjut Rizki.

Pergerakan arus wisman juga optimal, Jumat (9/8). Atau ketika penyanyi Timor Leste Marvi digelar. Sebanyak 1.130 orang wisman hadir. Mereka berasal dari 5 benua dengan dominasi tetap Timor Leste. Ada juga wisatawan Filipina, India, Polandia, Prancis, Portugal, Belgia, Italia, Inggris, Amerika Serikat, Brazil, dan Uganda.

“Masyarakat perbatasan Tanah Timor memiliki apresiasi besar terhadap musik. Musik mampu menyatukan segala bangsa dan mendamaikan. Kami juga gembira karena venue mampu full. Selain pasar mancanegara, pergerakan domestiknya juga bagus. Kami berharap, tahun depan TTU tetap menjadi pilihan Kemenpar bagi menggelar event besar seperti ini,” jelas jelas Plt Kadispar Kefamenanu Raimundus Taal.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, event memberi experience terbaik.

“Konser Musik Crossborder Kefamenanu sudah memberikan experience menarik untuk wisatawan. Mereka mampu menikmati beragam sisi eksotis dari TTU bahkan wilayah di sekitarnya. Rangkaian tersebut tentu sangat menarik. Kami optimistis, mereka pasti mulai kembali tiba ke Tanah Timor,” kata Ricky.

TTU didukung oleh 16 destinasi. Komposisi destinasinya lengkap dari pantai, bukit, hingga desa adatnya. Warna bahari dikuatkan dengan Pantai Tanjung Bastian, Oesoko, dan Wini. Wisatawan juga dapat menikmati Bukit Tua Mese, Savana Popekanu, juga Air Terjun 3 Tingkat. TTU juga memiliki Desa Adat Tamkesi dan Sonaf Maslete.

Selain itu, TTU juga memiliki 6 seni dan budaya lokal, dahulu 2 event tahunan. Wisatawan dijamin semakin nyaman dengan fasilitas 7 hotel, 3 penginapan, hingga belasan rumah makan. Rumah makan ini kelihatan spesial dengan menu tradisional seperti, Jagung Bose. Terbuat dari jagung, kuliner ini dimasak bersama campuran kacang-kacangan, sayur labu, dan santan. Jagung Bose dapat dinikmati bersama Ikan Asin dan Sambal Lu’at.

“Kami tentu gembira melihat respon besar pasar mancenagera terhadap event secara keseluruhan. Lebih utama lagi, industri pariwisata di sana mulai bergerak semakin cepat. Mereka mulai menikmati bisnis dari aktivitas pariwisata lebih maksimal. Terlepas dari itu, segala stakeholder pariwisata di sana harus selalu melakukan branding, advertising, dan selling secara masif,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yg juga Menpar Terbaik ASEAN.

 

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin