Fakta Penangkapan Pria Dalam Video Hoaks “Server KPU Diatur”

JAKARTA, – Hoaks terkait setting-an server KPU di Singapura yg disebut bagi memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres sempat viral beberapa waktu lalu.

Menanggapi penyebaran hoaks ini, KPU melaporkannya ke Bareskrim Polri. Setelah ditindaklanjuti, polisi menangkap dua penyebar hoaks tersebut.

Tersangka pertama berinisial EW ditangkap pada Sabtu (6/4/2019), di Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian, RD ditangkap di Lampung, pada Minggu (7/4/2019).

Setelah itu, polisi masih melakukan pengembangan dan berhasil menangkap laki-laki berinisial WN yg mengatakan hoaks itu dalam video yg viral.

Berikut fakta terkait penangkapan tersebut:

1. Tersangka berpindah-pindah

Tersangka dengan inisial WN (54) ditangkap di kawasan Teras, Boyolali, Jawa Tengah, pada 11 Juni 2019, sekitar pukul 21.45 WIB.

Baca juga: Polisi: Tersangka Kasus Hoaks Server KPU Diatur Dosen dan Bergelar S2

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan, WN sempat melarikan diri ke Jakarta sebelum kembali ke rumahnya di Solo.

“Selama ini pelariannya dari Jakarta, muter-muter di Jakarta, kembali ke Solo. Sejak 27 April, yg bersangkutan kembali ke Solo,” ujar Rickynaldo ketika konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

2. Berprofesi sebagai dosen dan bergelar S2

WN diketahui memiliki gelar akademis magister. WN, sehari-hari juga bekerja sebagai dosen.

“Untuk yg bersangkutan latar belakang sebelumnya adalah dosen di bidang IT di dua universitas di Solo,” kata Rickynaldo.

3. Motifnya ingin pengakuan

Rickynaldo mengatakan, WN melakukan tindakannya karena ingin mendapat pengakuan sebagai ahli di bidang IT.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria yg Sampaikan Hoaks Server KPU Diatur

“Motifnya itu supaya yg bersangkutan mendapat pengakuan dan kredibilitasnya menjadi tenaga ahli komputer, dia ingin ada pengakuan,” ujar Rickynaldo.

4. WN disebutkan mengetahui keterangan tersebut dari media sosial

Menurut informasi polisi, WN mengakui bahwa mendapatkan keterangan tersebut melalui media sosial dan tak mencari kebenarannya.

“Tersangka mengakui narasi yg disampaikannya di video tersebut tak didukung bukti, tersangka cuma menemukan keterangan tersebut dari medsos,” ujar Rickynaldo.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin