Fakta Unik The Vamps, Band Asal Inggris Yang Akan Manggung Di Jakarta

The Vamps akan hadir di Jakarta pada 13 Agustus 2019! Bagi penggemar Britpop alias aliran musik pop dari Inggris, nama The Vamps tentu tidak asing lagi. Band yg terbentuk sejak tahun 2012 ini berhasil diboyong oleh CK Star Entertainment selaku promotor.

Untuk melihat aksi mereka secara langsung, penggemar dapat memesan tiket konsernya melalui Traveloka Xperience dengan harga akan dari Rp 977.500. Konser yg mulai digelar di Kasablanka Hall ini mulai jadi kunjungan pertama The Vamps ke Indonesia. Ingin lebih mengenal The Vamps sebelum hadir di konsernya? Simak fakta unik mengenai band yg disebut-sebut sebagai salah satu rising star ini:

Dipertemukan lewat Dunia Maya

Beruntung personel The Vamps hidup di zaman teknologi akan berkembang. Dari dunia maya, para personelnya saling mengenal dan bertekad buat membentuk sebuah grup band. The Vamps terdiri dari empat pemuda, merupakan Bradley Simpson (vokal), James McVey (gitar), Tristan Evans (drum), dan Connor Ball (bass).

Berawal dari James McVey yg terpukau dengan aksi Bradley Simpson di Youtube, mereka pun akan bertemu dan akan menulis lagu bersama. Selanjutnya, mereka berdua bertemu dengan Tristan Evans melalui Facebook dan bergabung dengan band. Connor Ball menjadi orang terakhir yg bergabung yg mengenal ketiga personel lainnya lewat teman.

Bradley Simpson Mirip Harry Styles

Karena rambut ikal dan garis wajah yg sama-sama khas Inggris, Bradley Simpson sang vokalis kadang disebut mirip dengan Harry Styles, mantan personel One Direction. Meski senang pada awalnya, Brad merasa juga merasa terganggu karena khawatir penggemarnya cuma menyukai musiknya dilandasi kemiripannya dengan Harry Styles semata.

Mulai Dikenal sebagai Band Pendukung

Selain dari hobi meng-cover lagu, popularitas mereka juga didapatkan dari memposisikan diri sebagai band pendukung di konser para musisi ternama. Tahun 2013, The Vamps memulai aksinya sebagai band pendukung dengan mendampingi McFly.

Setelahnya, The Vamps akan mendampingi banyak band dan musisi populer lainnya seperti Selena Gomez, Taylor Swift, The Wanted, Little Mix, dan R5. Siapa yg menyangka kalau band pendukung yg cuma memiliki sedikit slot waktu bagi memperlihatkan aksinya kini mampu menggelar konsernya sendiri?

Can We Dance Jadi Lagu Penuh Prestasi

Salah satu The Vamps yg meraih banyak prestasi dan penghargaan adalah Cam We Dance. Pertama kali diunggah di tanggal 29 September 2013, lagu ini berhasil menduduki posisi kedua di UK Singles Chart pada 6 Oktober 2013. Ini yaitu hal luar biasa bagi band yg tergolong baru.

Tak berhenti di situ, Can We Dance juga berhasil mencatatkan 1 juta penonton dalam dua pekan setelah diunggah ke Youtube. Dua bulan tepat dari hari peluncurannya, lagu ini mendapatkan sertifikat Silver dari British Phonographic Industry karena berhasil terjual lebih dari 200.000 keping CD. Tak cuma dari daratan Inggris Raya, pada Februari 2014, Can We Dance mendapatkan sertifikat Platinum di Australia berhasil membukukan penjualan lebih dari 70.000 keping CD.

Memiliki Bakat Musik Luar Biasa

Hampir seluruh personel The Vamps menguasai sejumlah alat musik, termasuk Brad sang vokalis. Selain memiliki suara khas berhasil mengundang banyak penggemar, Brad juga pandai bermain sejumlah alat musik, misalnya gitar, ukulele, dan piano.

Connor belajar bermain gitar sejak berusia 12 tahun, namun menetapkan bagi lebih fokus ke bas seperti sekarang ini. Tristan yg banyak berada di balik drum juga memiliki kemampuan memainkan gitar dan piano.

Itu dia fakta unik tentang The Vamps yg mungkin dilewatkan. Ajak teman penyuka Britpop buat menikmati lagu yg dibawakan oleh salah satu band Inggris terbaik ketika ini dan jangan sampai kehabisan tiketnya. Yuk, pesan sekarang!

 

 

 

 

(kpl/zki)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin