Cerita Haru YouTuber Paopao Dapat 17 Tusukan, Banjir Darah Dan Masih Hidup

Nama Listya Magdalena atau yg kini dikenal dengan nama Paopao sempat menjadi sorotan pada 2010. Soalnya, ketika itu ramai kabar penusukan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) yg dikerjakan oleh teman perempuannya.

BERITA TERKAIT
  • 3 Aksi Kontroversial Salmafina Sunan
  • Bahagianya Gempita Habiskan Waktu dengan Gisel dan Gading Marten
  • Angelina Jolie dan Brad Pitt Segera Resmi Bercerai

Sembilan tahun berselang, Paopao yg kini konsen menjadi seorang Youtuber buka suara. Lewat video dalam channel Youtube pribadinya, ia menjelaskan secara gamblang bagaimana kronologi ketika ia ditusuk 17 kali oleh temannya itu.

Paopao mengaku ia mendapat 17 kali tusukan. Tubuhnya telah banjir darah. Kondisi kritis yg dialaminya ketika itu diperkiraan mulai merenggut nyawa Paopao. Namun takdir berkata lain. Paopao selamat dan ia masih hidup serta sehat hingga ketika ini.

Ia bercerita bagaimana awal mulanya ia mampu menjadi korban penusukan yg dikerjakan oleh temannya sendiri. Pelaku yaitu teman sekampus dan satu jurusan dengannya.

“Awalnya saya abis ngerem turun dia nyuruh saya majuan ngelewatin tempat ngambil karcis. Soalnya disitu ada satpam jaga. Pas saya majuan saya injem rem dia tusuk-tusuk saya tanpa ngomong apa-apa,” jelas Paopao.

Kejadian yg berlangsung dengan cepat itu membuat ia tidak dapat berbuat banyak. Mencoba bagi menahan pisau si pelaku, namun keadaan Paopao semakin lemah karena banyaknya darah yg mengalir.

“Karena mobil saya matic pas angkat gas tetap maju dan nabrak, nyeret mobil depan selalu supirnya keluar kayak mau marah. Pas gedor pintu mau buka karena kondisi enggak normal. Ada darah dimana-mana,” tuturnya.

Paopao menuturkan bahwa kehadiran mobil dengan seorang supir di dalamnya ini yaitu sebuah mukjizat. Soalnya, tempat tepat ketika ia berhenti sebenarnya dilarang bagi parkir.

Sadar ada yg menolong, ia pun segera meminta buat diselamatkan. Saat keadaan lemah, Paopao masih ingat betul dengan omongan si pelaku ketika ada orang yg membantu Paopao.

“Pelakunya ngomong, ‘dia duluan’. Aku inget banget dia ngomong gitu. Tapi saya enggak mampu bela diri, saya hanya dapat ngomong, ‘pak tolongin saya, tolongin saya’,” ujar Paopao.

Paopao pun segera dilarikan ke rumah sakit. Ia mengaku 17 tusukan yg mendarat di tubuhnya, ia tetap sadar. Bahkan, Paopao sempat melihat salah satu luka di kepalanya pada sebuah refleksi kaca mobil.

Bukannya berpikir bahwa ia mulai menjadi korban pembunuhan, Paopao justru berpikir bahwa ia mulai dirampok oleh temannya.

Terlepas dari itu, ia mengaku sudah mendapat 17 tusukan seperti d kepala, tenggorokan, payudara, hingga kaki.

“Total 17 (tusukan) deh,” imbuhnya.

Paopao sebenarnya tidak tahu persis apa yg menyebabkan temannya begitu tega melakukan hal tersebut. Namun ia menduga bila temannya iri dengan Paopao yg memiliki begitu banyak teman, sedangkan dia tidak.

Bahkan, disebutkan pula seandainya si pelaku memiliki gangguan kejiwaan hingga membuatnya tidak mampu masuk bui dan perkara ini pun tidak sampai ke meja hijau.

Namun, Paopao mengaku sempat mendapati gelagat aneh dari si pelaku yg enggan ia sebutkan namanya itu.

“Biasanya kalau arsitek itu kerja bareng di rumah siapa atau nginep di kampus, selalu karena posisinya jam 10 malam dahulu pacar saya khawatir saya sendirian nyetir. Saat itu kalian lagi makan malam,” jelasnya.

“Pas saya bilang pacar saya mau jemput, ketika itu juga dia ngeluarin hp nya ngetik dan liatin something. Mamah suruh pulang kata dia, tetapi pas saya liat nama mamanya to mama tetapi tulisan bawahnya pesan dia ke mama. Ngapain ga jadi nginep tetapi bohong segala,”apar Paopao.

Atas kejadian yg menimpanya sembilan tahun lalu, Paopao mengaku telah memaafkan pelaku yg menusuknya. Ia pun enggan membawa perkara ini lebih lanjut ke jalur hukum.

“Pesan bagi pelaku its oke saya telah maafin, kami telah jalanin masing-masing. Semoga hidup kamu juga jadi lebih baik,” tutup Paopao. [end]

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin