Hoaks Sepekan: Pengancam Jokowi, Aksi Gangster, Hingga BPJS Beri Rp 2 Juta

– Tersiarnya kabar bohong, hoaks, disinformasi, dan misinformasi hingga ketika ini masih beredar di sejumlah media sosial dan juga aplikasi pesan WhatsApp.

Adapun penyebaran disinformasi ini membuat masyarakat yg membaca kabar tersebut menjadi cemas dan resah. Sebab, keterangan yg belum jelas kebenarannya itu mampu merugikan sejumlah pihak yg tak selektif dalam memilih ataupun memilah keterangan yg diterima.

Oleh karena itu, setiap kabar yg diterima sebaiknya masyarakat bersikap selektif dan cermat dalam menyaring keterangan dan kabar yg beredar di media sosial.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Pekan ini, sudah merangkum sebanyak enam hoaks pada 12-17 Mei 2019. Berikut rinciannya:

Pria Kebumen Dituduh Pengancam Jokowi

Seorang pria yang berasal Kebumen, Jawa Tengah, bernama Dheva Prayoga (24), dituduh sebagai orang yg mengancam mulai memenggal kepala Presiden Joko Widodo ketika aksi demonstrasi di Kantor Bawaslu pada Jumat (10/5/2019).

Namun, ternyata Dheva bukanlah pelaku yg terekam dalam video yg sempat viral di media sosial. Ia cuma memiliki wajah yg mirip dengan pelaku sebenarnya, yakni HS.

Kisah bermula ketika simpatisan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ulin Yusron menampilkan identitas dua orang yg diduga menjadi pelaku pengancaman penggal kepala Jokowi, yakni Cep Yanto dan Dheva Prayoga.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, polisi melakukan penyelidikan dan sudah menangkap pelaku HS di Perumahan Metro Parung, Kabupaten pada Minggu (12/5/2019).

Hal sama juga disampaikan Humas Polres Kebumen AKP Suparno, setelah pihaknya turut melakukan klarifikasi dan pemeriksaan intensif kepada Dheva.

“Setelah melalui pemeriksaan, pada hari Jumat (saat demo digelar) kemarin Dheva berada di Kebumen dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang yg menjadi saksi,” ujar Suparno.

Baca juga: [HOAKS] Pria Kebumen Dituduh sebagai Pengancam Penggal Kepala Jokowi

Pesan soal Perekrutan dan Aksi “Gangster”

Terdapat keterangan adanya aksi kriminal yg menyasar pengendara sebagai bagian dari perekrutan gangster di kawasan Jakarta dan sekitarnya tersebar di masyarakat melalui aplikasi pesan WhatsApp pada Selasa (14/5/2019).

Dalam pesan itu juga disebutkan bahwa keterangan bersumber dari anggota Polri, sehingga tentang kebenarannya pun tak diragukan lagi.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin