Indonesia Miliki Pos Kesehatan Di Arafah

Jakarta – Hari Tarwiyah atau H-1 sebelum pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah.

Saat ini kelihatan jemaah haji Indonesia telah berangsur-angsur berdatangan ke Arafah. Mereka akan menempati tenda-tenda yg telah ditentukan sesuai maktabnya.

Untuk pelayanan kesehatan di Arafah, jemaah haji Indonesia mampu bernapas lega. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyiapkan fasilitas kesehatan khusus bersama dengan tenaga kesehatan dan perbekalan kesehatannya.

Di Arafah tersedia satu Pos kesehatan (Poskes) haji Indonesia. Pos kesehatan ini mampu lebih mendekatkan akses dan layanan buat jemaah haji yg memerlukan.
“Pos Kesehatan Arafah disewa oleh Kemenkes sebagai wujud komitmen Kemenkes dalam mendukung kesehatan haji,” ujar Eka Jusup Singka, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Sabtu, (10/08/2019).

Pos Kesehatan (Poskes) Arafah dilengkapi sejumlah tenaga kesehatan yg berasal dari beberapa unsur yakni Tim Mobile Bandara (TMB), Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) KKHI Makkah dan Madinah serta Tim Gerak Cepat (TGC).

Di sini juga tersedia obat-obatan dan peralatan kesehatan serta sejumlah ambulans yg memadai buat mendukung pelayanan atau merujuk jemaah yg sakit.

“Kami di sini diperkuat oleh 54 orang tenaga itu terdiri dari tim mobile bandara. Kemudian ada BKO dari Madinah itu 5 orang ya, kalau dari Mekah itu 12 orang. Sehingga total semuanya 54 orang,” kata dr. Karmijono Pontjo, Kepala Seksi Kesehatan Bandara sekaligus pengelola Pos Kesehatan Arafah.

Untuk pelayanannya sendiri, menurut dr.Jono, mulai disesuaikan dengan hasil triasenya. Kriteria triase dibagi menjadi tiga: hijau, kuning dan merah. Apabila keadaan pasien dalam triase kuning, maka bisa dirujuk ke pos kesehatan Arafah. Sementara yg triase merah mulai segera dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi agar tak kehilangan periode emasnya pasien.

Penanggung Jawab Triase Poskes Arafah, dr. Firman, mengungkapkan bahwa saat memang triasenya kuning maka di poskes mulai dikerjakan observasi maksimal 2 jam. Jika memang kembali ke triase hijau, maka pasien dikembalikan ke kloternya. Tetapi kalau memang masih selalu kuning bahkan memburuk menjadi merah maka mulai langsung dirujuk ke salah RS punya Arab Saudi yg terdekat.

Tidak cuma pos kesehatan penting saja, layanan kesehatan di Arafah diperkuat juga dengan adanya 6 pos kesehatan satelit yang ditempatkan di lokasi-lokasi dekat tenda-tenda jemaah haji Indonesia tinggal. Pos ini diisi oleh TGC dan Tim Promotif Preventif yg siaga 24 jam.

Sementara TGC berjaga di pos, TPP mengelilingi ke tempat tinggal jemaah bagi mengatakan imbauan kesehatan.

Di setiap pos satelit dilengkapi velbed, oksigen portabel serta peralatan dan obat-obatan emergensi. Selain itu juga ada 1 unit ambulans yg siaga buat melakukan evakuasi atau rujukan ke pos atau klinik kesehatan terdekat sesuai penilaian triasenya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin