Ini Pertumbuhan Industri Suplemen Kesehatan

Jakarta Indonesia yaitu salah satu pasar strategis buat industri kesehatan dan suplemen makanan dunia.

Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia pada 2021 diproyeksi mencapai 45 juta penduduk. Tahun depannya diperkirakan mulai meningkat dua kali lipat menjadi 85 juta penduduk dan pada 2030 diperkirakan mulai ada sekitar 145 juta penduduk kelas menengah di Indonesia.

Hal ini dinilai mulai menjadi keuntungan untuk perekonomian Indonesia dengan meningkatknya daya beli masyarakat.

Meski demikian pertumbuhan perekonomian dan keuntungan demografi dengan meningkatknya masyarakat kelas menengah menjadi tantangan tersendiri buat pelaku industri kesehatan dan suplemen makanan di Indonesia.

Vice President, Quality Assurance and Control Herbalife Nutrition, Peter Chang menyampaikan ini yaitu waktu dan kesempatan utama untuk perusahaan nutrisi di segala dunia karena semakin banyak orang yg sadar mulai pentingnya menjalankan hidup sehat sebagai prioritas. Ketika industri berkembang pesat, produsen harus bergegas bagi mengikuti laju permintaan produk nutrisi berkualitas.

“Peningkatan permintaan mulai produk nutrisi berkualitas harus diikuti dengan usaha produsen buat transparan dan konsisten guna menjaga kualitas dan keamanan produknya. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus akan dengan sumber bahan-bahan baku berkualitas tinggi dan melalui tahapan produksi yg cermat dengan pengujian lanjutan dari setiap produk jadi. Selain itu, produsen harus memiliki tahapan proses, produk, laboratorium, serta ilmuwan yg disertifikasi dan diakreditasi oleh organisasi pihak ketiga independen, seperti Organisasi Internasional buat Standardisasi (ISO) serta regulator pemerintah,” ungkap Peter seperti dikutip dari informasi resminya, Jakarta, Senin, (20/05/2019).

Ketika sebuah perusahaan mendapatkan akreditasi ISO 17025, itu berarti bahwa perusahaan sudah mematuhi standar ketat buat kompetensi teknis tenaga ilmiah laboratorium, keakuratan metode pengujian mikrobiologi dan kimia, dan validasi peralatan.

Saat ini, pasar suplemen makanan kesehatan di Indonesia masih didominasi oleh produk impor dimana 80 persen produk suplemen makanan kesehatan yg dipasarkan di Indonesia yaitu produk impor.

Data dari Cekindo, salah satu perusahaan konsultan bisnis dunia menyampaikan bahwa dari Amerika Serikat yaitu negara yang berasal dari produk-produk suplemen makanan kesehatan di Indonesia berasal. Dari Rp4,5 triliun (US$318 juta) pendapatan perusahaan suplemen makanan kesehatan di Indonesia, sebanyak Rp3,5 triliun (US$250 juta) dikontribusi oleh produk-produk yang berasal Amerika Serikat.

Senior Director and General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi menambahkan, kepatuhan terhadap regulasi pemerintah yaitu salah satu faktor utama dalam menjalankan bisnis di industri suplemen makanan kesehatan di Indonesia. Pihaknya mengaku sudah menanamkan jumlah besar investasi buat memenuhi ketentuan dan persyaratan berdasar undang-undang yg berlaku. Investasi tersebut dijalankan disemua lini produksi perusahaan seperti penanaman, pengolahan, pengemasan hingga di jalur distribusi yg melibatkan instrumen dan peralatan modern termasuk buat pengujian DNA bahan baku.

“Singkatnya, perusahaan harus akan mengadopsi filosofi bisnis berkelanjutan. Dengan kepatuhan terhadap regulasi dan diikuti dengan akreditasi ISO serta akreditasi dari lembaga-lembaga pihak ketiga yg kredibel, maka pelanggan mampu percaya bahwa produk dan fasilitas perusahaan nutrisi memenuhi standar internasional buat kualitas, pengujian, dan keamanan produk,” tutup Andam.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin