Kemenkumham: Walkot Tangerang Harusnya Pikirkan Kepentingan Warganya

JAKARTA, – Kementerian Hukum dan HAM sedang mencari solusi terbaik terkait peseteruan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

“Kemenkumham kini sedang mencari solusi yg terbaik berdasarkan legal formal dan demi kepentingan yg lebih besar,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono kepada , Senin (15/7/2019).

Baca juga: Belum Ada Ajakan Mediasi dari Kemenkumham, Wali Kota Tangerang Minta Kemendagri Jadi Penengah

Namun, Bambang berharap itikad baik tiba dari Wali Kota Arief. Kemenkumham mendorong Arief agar membuka kembali pelayanan publik, yakni penerangan jalan umum, perbaikan drainase dan pengangkutan sampah, di sejumlah aset Kemenkumham.

“Kita mengharapkan, Pak Walikota (Arief) seharusnya memikirkan kepentingan warganya. Kasus ini seharusnya bukan dijadikan sebagai polemik,” lanjut Bambang.

Kronologis

Perseteruan berawal dari Pemerintah Kota Tangerang yg menyebut bahwa bangunan Politeknik BPSDM Hukum dan HAM di kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang tak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Pemkot menyebut, lahan itu yaitu kawasan pertanian.

Yasonna yg hadir dalam peresmian bangunan itu menuding, Wali Kota Arief sudah mencari gara-gara. Sebab, Pemkot dinilai sudah menghambat keluarnya izin pembangunan gedung itu.

Baca juga: Usai Disindir Yasonna, Wali Kota Tangerang Hentikan Pelayanan di Kantor-kantor Kemenkumham

Tidak terima dengan pernyataan Yasonna, Arief pun melayangkan surat bernomor 593/2341-Bag Hukum/2019 tentang nota keberatan dan klarifikasi Wali Kota.

Seiring dengan surat itu, Pemkot Tangerang menyatakan, tak mulai bertanggung jawab terkait aktivitas pelayanan masyarakat di perkantoran di kompleks tersebut. Pemblokadean mulai dikerjakan sampai ada komunikasi dengan Kemenkumham.

“Lihat saja nanti sampai berapa lama. Sampai ada komunikasi ke kami,” kata Arief.

Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang Achmad Ricky Fauzan mengatakan, tempat-tempat yg dihentikan pelayanannya, meliputi Kantor Imigrasi Kota Tangerang, Rumah Penyitaan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Kota Tangerang, Lapas Pemuda, Lapas Wanita, dan Lapas Anak.

“Kalau pengadilan dan kejaksaan tak karena bukan di bawah Kemenkumham,” kata Achmad.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin