Lebih Dekat Dengan Manjakani, Potret Musisi Daerah Yang Sukses Di Panggung Nasional

– Muhammad Taufan Eka Prasetya (Taufan) dan Nabilla Syafani (Nabilla) amat layak menjadi role model milenial yg ingin terjun di belantika musik Indonesia. Berbekal semangat dan kepercayaan diri dalam bermusik, muda-mudi yang berasal Pontianak yg tergabung dalam duo folk bernama Manjakani tersebut sukses menembus panggung nasional. Tengok yuk bagaimana perjalanan keduanya yg inspiratif dalam mengikuti kata hati dan memperjuangkan impian!

Perjuangan Awal Manjakani

Berawal dari meeting di sebuah kampus seni di Pontianak, Taufan dan Nabilla menjalin kisah asmara di tahun 2014. Setahun berjalan, keduanya menyadari seandainya keduanya sama-sama memiliki kecintaan luar biasa terhadap musik. Ini pula yg kemudian melecut mereka bagi membuat duo dengan format 1 gitar 1 vokal dan membawakan lagu cover. Sebuah acara sederhana yg diadakan oleh teman-teman terdekat di kampus menjadi pertama kalinya keduanya tampil di hadapan publik dengan nama panggung ‘Taufan dan Nabilla’.

Dalam proses yg dilewati keduanya, kecintaan terhadap musik makin tumbuh. Meski berasal dari sebuah kota yg jauh dari gemerlap ibu kota, tetapi semangat Taufan dan Nabilla tidak pernah sekali pun surut. Sebagai bukti, di tahun 2015 dua sejoli yg milik ambisi tinggi dalam bermusik itu melepas karya perdana berjudul Asmaraweda dengan memakai nama baru merupakan Manjakani.

Merilis Karya Perdana, Asmaraweda

Single Asmaraweda menjadi penanda Manjakani hadir mewarnai belantika musik Indonesia dengan format baru, merupakan 2 vokal dan 2 gitar. Tanpa disangka ternyata musik yg dipersembahkan Manjakani memperoleh banyak apresiasi. Kegigihan, semangat tidak kenal lelah, serta ambisi Taufan dan Nabilla  berbuah manis ketika keduanya berhasil tampil di panggung-panggung musik berskala nasional. Misalnya, Folk Musik Festival di Malang, Jogja Migunani di Yogyakarta, Pesta Warna Semarang, Soundrenaline GWK Bali, Bima Day di Bandung, Synchronize Festival, Archipelago Festival, dan Sound Of 3 (SO3) di Jakarta.

Sound Of 3 Jadi Gerbang Pembuka Karier

Namun buat keduanya, panggung SO3 menjelma jadi pengalaman paling mengesankan, di mana Manjakani memperoleh kesempatan berharga tampil bareng musisi-musisi  berbakat. Selain itu, Taufan dan Nabilla pun sempat menjalin komunikasi intensif di belakang panggung. Berkat event tersebut pula Manjakani bisa menjalin kolaborasi dengan banyak sekali sosok hebat ketika proses rekaman dan pembuatan video klip. Musik mereka juga makin tersebarluaskan melalui media RBT dan Youtube SO3.

Untuk diketahui, Sound Of 3 (SO3) yaitu pentas musik yg inovatif karena menghadirkan penampilan musisi kenamaan tanah air dengan konsep unik. Konser musik prestisius yg menjadi wadah buat Manjakani bagi melebarkan sayap ini mengusung konsep electrical forest pertama di Indonesia. Penonton yg hadir ke sini dijamin bakal terpesona berkat ambience suasana hutan menyala yg makin meriah berkat penampilan kolaborasi dari musisi papan atas Indonesia.

Sound Of 3 (SO3) sendiri diawali dengan pencarian musisi berbakat di 13 kota : Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Jakarta, Serang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Malang, Denpasar pada pertengahan Mei 2017. Dari proses audisi tersebut, Manjakani terpilih sebagai salah satu dari empat grup terbaik yg berhak tampil di Konser Sound of 3 di Jakarta dan Malang.

Kemudian 10 besar yang lain yg juga terpilih memperoleh privilege buat masuk ke album digital Tri yg penggarapannya dikerjakan secara live recording di bawah supervisi dari Elwin Hendrijanto, komposer musik Indonesia dengan reputasi global. Selain itu, mereka juga dibuatkan video klip pendukung dan karya-karya original mereka disediakan di aplikasi bima+.

Berbekal mimpi dan ambisi, Sound Of 3 yaitu gerbang untuk Manjakani buat melompat lebih tinggi dan menjadi grup musik kebanggaan negeri. Sama seperti Taufan dan Nabilla, ketika dihadapkan pada tantangan yg besar, jawab #SiapaTakut?

 

(adv/zki)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin