Majalah Tempo Dilaporkan Ke Dewan Pers Oleh Eks Komandan Tim Mawar, Ini Fakta-faktanya…

JAKARTA, – Nama Tim Mawar kembali mencuat dalam artikel Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 perihal dugaan keterlibatan tim tersebut dalam kerusuhan di beberapa titik di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

Sebagai informasi, Tim Mawar dikenal sebagai sebuah tim dalam Kesatuan Komando Pasukan Khusus Grup IV TNI AD. Tim ini diduga melakukan penculikan aktivis dalam tragedi 1998.

Tak lama setelah artikel tersebut terbit, Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers, Selasa (11/9/2019).

Berikut fakta-fakta terkait pelaporan tersebut:

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

1. Merasa dirugikan

Menurut kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah, artikel tersebut menghakimi Tim Mawar secara keseluruhan.

“Di sini beliau merasa dirugikan secara pribadi karena beliau ex dari Tim Mawar yg menurut beliau segera men-judge bahwa Tim Mawar ini terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019,” ungkap Herdiansyah di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa.

 

2. Harap berita diturunkan

Mereka berharap Dewan Pers menjatuhkan surat teguran dan sanksi kepada media tersebut karena dinilai tak menjalankan tugas jurnalistik sesuai aturan.

Kemudian, kata Herdiansyah, mereka juga berharap berita tersebut diturunkan disertai permintaan maaf kepada Chairawan dan mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid.

“Empat, menjamin proses penyelesaian kode jurnalistik dan peraturan-peraturan Undang-Undang yg berlaku. Dari kita seperti itu kita mohon kepada Dewan Pers langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.

 

3. Tanggapan Majalah Tempo

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli mengaku menghargai pelaporan tersebut. Nantinya, Arif menuturkan mulai mengikuti proses berikutnya di Dewan Pers.

“Tempo menghargai langkah hukum dari narasumber atau publik yg mempersoalkan liputan Tempo. Sesuai undang-undang, Dewan Pers yg berwenang memediasi. Kami mulai mengikuti proses di Dewan Pers,” ungkap Arif saat dihubungi , Selasa.

 

4. Chairawan mengaku tidak berada di lokasi kerusuhan

Perihal artikel itu, Chairawan mengetahuinya dari media massa. Ia juga mengaku tak berada di lokasi kerusuhan.

“Kalau ditanya, aku tahu atau enggak, aku tahunya dari TV. Karena waktu itu bulan puasa, aku buka puasa di rumah. Ya di rumah saja saya. Zaman sekarang kan ada BTS di HP, jadi ga dapat bohong-bohong lagi, semuanya telah mampu dideteksi, kami ada di mana, kami bicara apa,” ungkap Chairawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin