Mampir Ke Kampung Sanan, Surganya Keripik Tempe Khas Malang

– Apa sih yg paling bikin kangen ketika liburan ke Malang? Selain banyaknya atraksi wisata yg cocok bagi liburan bareng keluarga, Malang juga milik deretan kuliner khas yg terus bikin nagih. Jangan lupa cari oleh-oleh juga untuk keluarga dan orang-orang tersayang. Bingung mau membawakan apa? Mampir aja ke Kampung Sanan yg dikenal sebagai surganya keripik tempe khas Malang yg lezat dan renyah.

Kampung Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Malang yaitu sentra industri keripik tempe yg terkenal di kota tersebut. Hampir setiap hari kawasan ini dipenuhi oleh wisatawan yg ingin berburu oleh-oleh khas Malang. Dengan sederet keragaman daya tarik wisatanya, Kemenpar engadakan Focus Group Discussion yg mengangkat tema Pengembangan Wisata Perkotaan Malang yg berlangsung di Hotel The 101 Malang, OJ, pada Kamis (11/7).

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar, Vitria Ariani mengatakan, Kampung Tempe Sanan dihuni sekitar 2000-an kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, lebih kurang 95 persen di antaranya menggeluti usaha pengolahan tempe. Baik membuat tempe sebagai bahan dasar lauk pauk, maupun membuat kripik tempe bersiap santap.

“Malang sendiri sebenarnya telah menjelma menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Selain banyak destinasi yg dapat dikunjungi, di Malang juga telah bertebaran outlet-outlet kue artis yg belakang akan hits. Namun, eksistensi keripik tempe sebagai makanan rakyat tak pernah tergerus dan tetap eksis hingga sekarang. Ini segera bagi rakyat, dan spending ini dirasakan dan menetes hingga bawah. Salah satunya dari Kampung Sanan ini” ujarnya.

Keramaian Kampung Tempe Sanan mampu kelihatan ketika musim liburan atau moment lebaran. Ini membuktikan bahwa produk khas daerah tetap menjadi daya tarik yg luar biasa untuk wisatawan. Karenanya, sangat tepat seandainya pemerintah daerah, dalam hal ini Kota malang, turut membimbing masyarakat buat selalu berkreasi dalam mengolah tempe.

“Jadi, silahkan wisatawan bagi tiba ke Malang dan datangi desa atau kampung-kampung yg sangat menarik dan natural. Salah satunya Kampung Sanan ini. Jika kami belanjakan uang kalian di masyarakat kami ini, maka uangnya segera ke rakyat, tak ada kapitalis, segera memakmurkan masyarakat kita,”kata wanita yg biasa Teh Ria itu.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adyani menambahkan, pariwisata terus memberi dampak luas buat masyarakat. Termasuk meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya dengan menyediakan oleh-oleh makanan khas seperti yg kelihatan di Kampung Tempe Sanan.

“Kampung Tempe Sanan menjadi contoh sukses buat daerah yg mengembangkan wisata perkotaan dan perdesaan. Banyak warga di sana yg telah mandiri cuma dengan membuat tempe atau memproduksi keripik tempe. Omzet mereka pun dapat tembus puluhan bahkan ratusan juta dalam sebulan,” ungkapnya.

Apalagi, beberapa produsen kripik tempe akan mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan pemasaran secara online. Langkah tersebut membuat jangkauan penjualan semakin meluas dan tidak kenal musim. Artinya, masyarakat tidak cuma mengandalkan kunjungan wisatawan semata.

Kampung Tempe Sanan akan memproduksi keripik tempe pada tahun 1970-an. Awalnya, warga memproduksi keripik karena banyak tempe yg tersisa ketika dijual di pasar. Kini, warga tidak cuma memproduksi keripik tempe. Tetapi juga menjual keripik buah. Seperti keripik buah salak, apel, nangka, bahkan buah semangka dan buah naga.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menambahkan, pengembangan wisata perkotaan harus dikerjakan di Indonesia. Apa yg dikerjakan Kemenpar dalam FGD, antara yang lain bagi meningkatkan pengetahuan pelaku wisata dalam pengembangan destinasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa sektor pariwisata patut didorong perkembangannya. Pertama, dengan meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata di Indonesia, menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor. Termasuk penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan infrastruktur.

“Kedua, pariwisata sudah mengalami ekspasi dan diversifikasi secara berkelanjutan. Sehingga menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar yg mengalami pertumbuhan tercepat di dunia. Hal ini dibuktikan bahwa meski negara-negara di dunia mengalami krisis global beberapa kali, namun jumlah orang yg melakukan perjalanan wisata di tingkat internasional memamerkan pertumbuhan yg positif dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

(*/wri)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin