Menpora Tidak Pernah Tahu Jumlah Dana Hibah Yang Diberikan Ke KONI

JAKARTA,  – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku tak pernah tahu nominal dana hibah yg diberikan Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI).

Imam mengaku hanya membuat disposisi, tanpa pernah mengetahui anggaran miliaran rupiah yg dikeluarkan Kemenpora.

Hal itu dikatakan Imam ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/4/2019). Imam bersaksi buat terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy.

Baca juga: Deputi IV Kemenpora Pernah Ditekan dan Diancam Staf Pribadi Menpora

“Saya tak tahu, tak dilaporkan. Hasil verifikasi aku tak mendapat laporan,” ujar Imam kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Imam, kajian atas proposal-proposal pengajuan anggaran yg disampaikan pihak ketiga, telah diserahkan kepada masing-masing deputi terkait. Penyerahan tugas itu melalui surat disposisi.

Dengan demikian, menurut Imam, selama 4 tahun terakhir menteri tak lagi mengurusi permintaan anggaran karena telah ada pelimpahan tugas.

Menurut Imam, penentuan jumlah dana hibah disetujui oleh kebijakan unit teknis yg mencakup kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen dan tim verifikasi.

Namun, tak sekalipun Imam dilaporkan mengenai jumlah anggaran yg disetujui. Sebaliknya, Imam tak pernah menanyakan hal tersebut kepada bawahannya.

Dalam perkara ini, Ending Fuad Hamidy didakwa menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto.

Menurut jaksa, penyuapan itu dikerjakan Ending bersama-sama dengan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Baca juga: Lupa Saat Ditanya Jaksa, Menpora Mengaku Gugup

Menurut jaksa, Ending dan Johny memberikan 1 unit Toyota Fortuner hitam dan uang Rp 300 juta kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta.

Kemudian, Johny dan Ending juga memberikan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana.

Jaksa menduga pemberian hadiah berupa uang dan barang itu bertujuan supaya Mulyana dan pegawai Kemenpora lainnya menolong mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yg mulai diberikan kepada KONI.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin