Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko Bagi Kredibilitas Kemenkumham

JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai tindakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM yg memindahkan terpidana masalah korupsi Setya Novanto ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Jawa Barat.

Namun, KPK tetap menyesalkan terjadinya perkara penyalahgunaan izin berobat oleh narapidana dalam perkara korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tersebut.

“Dengan berulangnya publik melihat ada narapidana yg berada di luar Lapas, hal tersebut tentu berisiko buat kredibilitas Kemenkumham, khususnya Ditjen PAS yg memiliki kewenangan sekaligus tanggungjawab agar lapas dikelola dengan baik,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam informasi tertulis, Sabtu (16/6/2019).

Baca juga: Sel Palsu hingga Pelesiran, 3 Ulah Setya Novanto Sejak Jadi Terdakwa Korupsi E-KTP

KPK mengingatkan agar Ditjen Pemasyarakatan tetap berupaya menjalankan rencana aksi perbaikan pengelolaan lapas yg telah pernah disusun dan dikoordinasikan dengan KPK sebelumnya.

KPK juga berharap Ditjen Pemasyarakatan mampu mengimplementasikan rencana penempatan terpidana korupsi di Nusakambangan.

Setidaknya, Ditjen Pemasyarakatan mampu memperlihatkan adanya upaya menuju pengamanan narapidana yg maksimal.

Baca juga: Kronologi Pelesiran Setya Novanto Versi Ditjen PAS

Tujuannya, agar masyarakat memahami bahwa upaya perbaikan sedang dilakukan.

“Jika masyarakat masih menemukan adanya narapidana yg berada di luar, hal tersebut mulai menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, khususnya penyelenggaraan lapas,” kata Febri.

Sebelumnya, Setya Novanto kedapatan menyalahgunakan izin keluar lapas. Saat diberikan izin berobat di Rumah Sakit (RS) Santosa Bandung, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI itu sempat pelesiran di salah satu toko bangunan di Padalarang, Bandung Barat.

Baca juga: Di Lapas Gunung Sindur, Setya Novanto Ditempatkan di Ruang Isolasi

Novanto dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur. Pertimbangannya, karena Rutan Gunung Sindur adalah rutan dengan pengamanan maksimun.

Penempatan itu bertujuan agar tak terjadi pelanggaran tata tertib lapas/rutan yg dikerjakan kepada Novanto.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin