Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

JAKARTA, – Pakar hukum tata negara Bayu Dwi Anggono mengkritisi pemaparan tim hukum Prabowo-Sandiaga soal isi permohonan mereka dalam sidang pendahuluan sengketa pilpres.

Menurut Bayu, seharusnya tim hukum 02 menitikberatkan argumennya terkait kesalahan penghitungan suara yg dikerjakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tetapi aku amati ternyata hampir 2 jam pertama, mereka bukan malah bicara bagaimana kesalahan hitung itu mampu terjadi dan kenapa yg benar itu adalah penghitungan mereka,” ujar Bayu dalam diskusi berjudul “Menakar Peluang Prabowo” di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2019).

Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember Bayu Dwi Anggono ketika ditemui di Jember, Jawa Timur, Jumat (10/11/2017). / MOH NADLIR Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember Bayu Dwi Anggono ketika ditemui di Jember, Jawa Timur, Jumat (10/11/2017).

Baca juga: Tim Hukum Prabowo-Sandi Minta Seluruh Komisioner KPU Diberhentikan

Bayu mengatakan, tim hukum 02 malah berputar-putar menjelaskan wewenang Mahkamah Konstitusi ( MK) yg berhak menangani masalah kecurangan pemilu. Kemudian masuk ke beberapa tuduhan adanya kecurangan pemilu yg bersifat terstruktur, sistematis, dan masif.

Sementara itu, penjelasan mengenai kekeliruan hasil hitung suara yg ditetapkan KPU cuma dijelaskan pada 30 menit terakhir.

“Kemarin justru itu cuma di bagian akhir dan bahkan saat mendalilkan 22 juta suara digelembungkan dalam waktu yg singkat itu, ada hal yg sulit dibuktikan,” ujar Bayu.

Baca juga: Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Datangi LPSK

Adapun dalam petitum gugatannya, tim hukum Prabowo-Sandiaga meminta Mahkamah Konstitusi menyatakan perolehan suara yg benar adalah 52 persen buat Prabowo-Sandiaga dan 48 persen bagi Jokowi-Ma’ruf. Hasil tersebut berdasarkan dokumen C1 yg dimiliki tim 02.

Data yg dimiliki tim hukum tersebut berbeda dengan hasil rekapitulasi perolehan suara yg diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU menyatakan, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,42 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga mendapatkan 68.442.493 suara atau 44,59 persen.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin