Konser Musik Perbatasan 2019 Bakalan Dimeriahkan Bondan Prakoso

– Konser Musik Perbatasan 2019 mulai digelar pada 24-15 April 2019 di Lapangan Paroki Kamanasa (MISI), Betun, Malaka, NTT. Konser musik ini menampilkan Maria Vitoria yang berasal Timor Leste (Tiles) dan Penyanyi Indonesia Bondan Prakoso sebagai bintang tamu. Rencananya, konser musik tersebut mulai dikolaborasikan dengan nuansa tradisional khas Tanah Timor seperti Tari tebe, Likurai, dan Bidu. Wah, pastinya seru banget ya!

“Malaka ini destinasi lengkap. Kekuatan alam dan budayanya itu sangat mengagumkan. Beragam tradisi selalu dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah. Apalagi, wilayah ini memang milik sejarah luar biasa,” ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, Kamis (28/3).

Bukan sekadar konser musik belaka, acara ini sekaligus mempersatukan serta mengenalkan keragaman budaya yg ada di Malaka. Nggak heran seandainya latar belakang Malaka, membuat acara ini bakalan lebih berwarna. Mengacu pada literatur, Suku Melus dipercaya sebagai pionir sistem masyarakat di sekitar perbatasan Tanah Timor. Mendiami wilayah Belu, orang Melus identik dengan sebutan Emafatuk Oan Ai Oan. Artinya, manusia penghuni batu dan kayu. Hal ini tercermin dari karakternya yg tangguh.

Untuk orang Malaka, mereka berasal dari Sina Mutin Malaka. Mereka dipercaya tiba dari Tiongkok atau Thailand. Para pendatang ini berlayar menuju Timor melalui Larantuka dan mendiami area Belu. Seiring waktu, terjadi perkawinan antara warga Suku Melus dengan pendatang Sina Mutin Malaka. Ricky menambahkan, ada beragam cerita yg berkembang terkait nenek moyang Tanah Timor.

“Story Malaka ini sangat menarik. Ada banyak versi terkait penyebutan yang berasal usul nenek moyang mereka. Apapun, itu jadi bukti betapa kayanya budaya di sana. Menariknya, masyarakat di era modern seperti sekarang tetap melestarikan tradisi yg diwariskan turun temurun,” terang Ricky.

Sejarah yg begitu menarik ini membuat banyak wisatawan yg tertarik bagi tiba ke Malaka. Harapannya, Konser Musik Perbatasan 2019 dapat menjadi salah satu ajang yg dapat makin memperkenalkan sejarah serta keragaman budaya yg menarik di sana.

“Malaka ini sistem yg kompleks. Sejarah mereka luar biasa dan semuanya terpelihara dengan baik. Ini segala tentu jadi daya tarik yang lain dari Malaka. Wisatawan dapat mengenal dekat sejarah ini melalui KMP-MK 2019. Selain atraksi, Malaka didukung aksesibilitas dan amenitas terbaik,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

 

(kpl/ayu)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin