Jokowi Resmikan MRT Jakarta, Mimpi Yang Tertunda Puluhan Tahun…

JAKARTA, – Presiden RI Joko Widodo meresmikan moda transportasi moda raya terpadu ( MRT) fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang pertama di Indonesia.

Peresmian dikerjakan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

“Dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim, MRT fase pertama aku nyatakan dioperasikan, sekaligus MRT fase II hari ini kalian akan lagi,” ujar Jokowi.

Baca juga: MRT Jakarta Diresmikan, Warga Bersorak-sorai Teriakkan Nama Jokowi

Sebelum diresmikan, Jokowi kembali menaiki MRT dari Stasiun Istora Mandiri menuju Stasiun Bundaran HI.

Setelah itu, dia menuju panggung di dekat pos polisi Bundaran HI.

Dalam peresmian ini, Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto, dan lainnya.

Baca juga: Ada Peresmian MRT di Bundaran HI, Rute Transjakarta Kota-Blok M Dialihkan

Ada juga para artis seperti Reza Rahardian, Andien, Nirina Zubir, dan Cathy Sharon.

Ini yaitu MRT yg pertama di Indonesia.

Adapun, moda transportasi MRT telah direncanakan selama puluhan tahun dahulu melewati masa pemerintahan beberapa presiden dan gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Antusias Lihat Peresmian MRT Jakarta, Warga Padati Bundaran HI 

Perjalanan panjang MRT

Berdasarkan keterangan yg dirangkum Pemerintah Provinsi Jakarta, Presiden ketiga BJ Habibie menyusun desain dasar proyek MRT Blok M pada tahun 1995.

Ketika itu, Habibie masih menjabat sebagai menteri riset dan teknologi.

Pada tahun yg sama, Gubernur DKI Jakarta pada ketika itu, Ali Sadikin, membentuk unit manajemen proyek sistem angkutan umum massal Jakarta.

Baca juga: Viral, Penumpang Makan Lesehan hingga Bergelantungan di MRT Jakarta

Kemudian pada 1998, Gubernur DKI Sutiyoso memulai kembali rencana pembangunan MRT.

Stasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) /ANISSA DEA WIDIARINI Stasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI)

Pada 2015, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa proyek MRT Jakarta adalah proyek nasional.

Selanjutnya pada 2007, Fauzi Bowo yg menjabat sebagai wakil gubernur mendorong revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian menjadi UU Nomor 23 Tahun 2007.

Baca juga: Ingin Naik MRT Hari Ini, Penumpang Harus Daftar Online

Setelah revisi itu, PT MRT Jakarta mampu resmi berdiri.

Pada 2009, Fauzi Bowo yg telah menjabat sebagai gubernur menandatangani naskah perjanjian penerusan hibah proyek MRT.

Perwujudan mimpi membuat MRT dilanjutkan Jokowi saat menjabat sebagai gubernur pada 2011.

Baca juga: Usai Diresmikan Jokowi, MRT Jakarta Beroperasi Mulai Pukul 11.00

Jokowi memulai lelang fisik MRT fase I dan mengubah komposisi pinjaman.

Pemprov DKI menanggung 51 persen pembiayaan dan pemerintah pusat menanggung 49 persen.

Selanjutnya aset mulai selalu dihibahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Pagi Ini, Presiden Jokowi Resmikan MRT Jakarta

Pada Oktober 2013, Jokowi meletakan batu pertama proyek MRT.

Tahun 2015, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama melanjutkan proyek dengan melakukan pembebasan lahan.

Basuki memberi insentif kepada pemilik lahan di sepanjang Jalan Fatmawati yg melepas tanahnya demi proyek MRT.

Baca juga: Durian Hingga Pisau, Ini Daftar Barang yg Dilarang Dibawa Saat Naik MRT

Kemudian pada 2017, Gubernur Djarot Saiful Hidayat menandatangani Pergub Nomor 140 Tahun 2017 tentang Penugasan PT MRT Jakarta Sebagai Operator Utama Pengelola Kawasan Transit Oriented Development Koridor Utara-Selatan Fase I MRT.

Setelah itu sejak 2017, Gubernur Anies membuat kebijakan fiskal bagi menyiapkan dan mengatur APBD DKI Jakarta Anies memastikan operasional MRT mampu berjalan dan pembangunan MRT Fase II nantinya lancar secara finansial. 

Keputusan politik Jokowi 

Bulan lalu, Jokowi pernah menceritakan dirinya yg masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta menghadapi dilema saat harus menetapkan proyek MRT.

Jokowi mengatakan, proyek MRT telah direncanakan di Pemprov DKI Jakarta selama 26 tahun, tapi tidak kunjung dieksekusi.

Dia menyampaikannya saat menghadiri acara deklarasi dukungan dari alumni SMA se-Jakarta.

Baca juga: Perjalanan Panjang Megaproyek MRT di Jakarta

“Kenapa tak langsung diputuskan? Karena dari hitungan dan kalkulasi, selalu dihitung, terus hitungannya adalah rugi sehingga tak berani diputuskan sampai 26 tahun,” ujar Jokowi di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Jokowi melanjutkan, sebenarnya pemerintah tak boleh berbicara soal untung rugi dalam persoalan ini.

Penyandang disabilitas yg tergabung dalam Jakarta Barier Free Tourism atau JBFT mengikuti uji mencoba publik pengoperasian MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019). Penyandang disabilitas yg mengikuti uji mencoba MRT terdiri dari berbagai ragam disabilitas. Mulai dari pengguna kursi roda, tunanetra, insan tuli dan ragam disabilitas lainnya./GARRY LOTULUNG Penyandang disabilitas yg tergabung dalam Jakarta Barier Free Tourism atau JBFT mengikuti uji mencoba publik pengoperasian MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019). Penyandang disabilitas yg mengikuti uji mencoba MRT terdiri dari berbagai ragam disabilitas. Mulai dari pengguna kursi roda, tunanetra, insan tuli dan ragam disabilitas lainnya.

Pemerintah harus melihat dari sudut pandang ekonomi makro.

Baca juga: MRT Akan Operasikan 8 Rangkaian Kereta pada Awal

Akibat kemacetan di Jakarta, kerugian yg dialami setiap tahunnya mencapai Rp 100 triliun. Jumlahnya mulai selalu menerus bertambah seandainya tak ada terobosan buat mengatasinya.

Jokowi mengatakan, hal inilah yg membuatnya menetapkan bagi memulai proyek MRT.

“Kalau hitungannya cuma untung rugi, enggak mungkin kalian putuskan, tapi kami harus lihat kerugian makro itu,” ujar Jokowi.

Baca juga: MRT Siapkan Kartu Singletrip dan Multitrip, Ini Bedanya…

“Ini adalah keputusan politik yg aku ambil dengan seluruh risiko yg juga pasti aku terima. Ada yg mencaci maki saya, silakan. Ada yg menghina, menghina, menghina, silakan, enggap apa-apa,” ujarnya. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin