Pansel Temui Pimpinan KPK

JAKARTA, – Ketua tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Yenti Ganarsih mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ia datang bersama anggota Pansel, Marcus Priyo di KPK sekitar pukul 09.05 WIB.

Menurut Yenti, kedatangannya buat menemui pimpinan KPK ketika ini. Hal ini sebagai rangkaian diskusi terkait seleksi calon pimpinan KPK baru dengan lembaga penegak hukum.

Sebab, Pansel tidak cuma mulai mendatangi KPK, melainkan juga Kejaksaan Agung dan Polri.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

“Ya kami mau bertemu Pimpinan KPK, nanti jam 11 kami dengan Kejaksaan Agung, selalu besok dengan Kapolri, seperti yg kalian sampaikan tahapan-tahapan ini. Izinkan lalu kalian (masuk ke KPK) telah ditunggu,” kata Yenti sembari memasuki lobi gedung KPK.

Baca juga: Pansel Buka Pendaftaran Calon Pimpinan KPK, Ini Syarat-Syaratnya

Ia mengatakan, pokok pembahasan dengan Pimpinan KPK ketika ini tidak jauh berbeda dengan proses seleksi calon pimpinan periode sebelumnya.

Yenti juga pernah menjadi anggota Pansel Pimpinan KPK periode 2015-2019.

“Ya kami mulai membahas seperti yg dahulu ya,” ujar dia.

Pansel Calon Pimpinan KPK dibentuk buat menjaga kualitas dan transparansi seleksi calon pimpinan KPK sehubungan mulai berakhirnya masa jabatan pimpinan KPK ketika ini, pada 21 Desember 2019.

Baca juga: Cari Sosok Berkualitas, Ini Langkah Pansel Calon Pimpinan KPK

Pansel Capim KPK 2019-2023 dipimpin Yenti Ganarsih sebagai ketua. Yenti adalah seorang akademisi Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Lalu, ada nama Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia yg juga mantan Plt. Pimpinan KPK, Indriyanto Senoadji. Indriyanto ditetapkan menjadi wakil ketua pansel.

Adapun sebagai anggota pansel, Presiden memutuskan Harkristuti Harkrisnowo, akademisi yg juga pakar hukum pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM); Hamdi Moeloek, akademisi dan pakar psikologi Universitas Indonesia; serta Marcus Priyo, akademisi dan pakar hukum pidana Universitas Gadjah Mada.

Kemudian ada juga Hendardi, pelopor LSM Setara Institute, dan Al Araf, Direktur Imparsial, duduk sebagai anggota.

Dalam pansel tersebut juga duduk dua unsur pemerintah, yakni Diani Sadia, Staf Ahli Bappenas, dan Mualimin Abdi, Direktur Jenderal HAM Kementerian Hukum dan HAM.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin