Persiapan Layanan Kesehatan Semakin Mantap

Jakarta – Dua pekan jelang keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia, Kementerian Kesehatan semakin memantapkan layanan kesehatan dari berbagai aspek akan infrastruktur hingga layanan jemaah.

Pada aspek infrastruktur atau fasilitas, ketika ini sudah disiapkan dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik di Mekah maupun Madinah.

Bahkan KKHI Madinah yaitu bangunan yg baru saja diresmikan pada awal Mei 2019 lalu. KKHI Madinah yg baru tersebut mempunyai komposisi macam perawatan yg lebih lengkap dan kapasitas tempat tidur yg lebih banyak ketimbang KKHI yg lama.

Jumlah tempat tidur yg semula cuma 50 ketika ini menjadi 80 tempat tidur. Selain di Madinah, klinik kesehatan lainnya juga didirikan Kemenkes di Kota Makkah.

KKHI Makkah sudah berdiri megah di daerah Aziziyah Junubiah dan telah beroperasi sejak 2017. Klinik 18 lantai tersebut memiliki kapasitas 300 tempat tidur rawat inap.

Di samping itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pemeriksaan kesehatan seperti laboratorium, apotek, ruang rontgen dan memiliki fasilitas kamar petugas kesehatan yg mampu menampung sekitar 400 petugas kesehatan haji.

Kedua KKHI ini setara dengan rumah sakit tipe C di Indonesia. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, menyampaikan fasilitas kesehatan tersebut juga dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung seperti ambulans, laboratorium dan obat-obatan.

Tahun ini pemerintah menyiapkan sekitar 79 ton obat-obatan. Jumlah ini meningkat sembilan ton ketimbang tahun 2018.

Begitu juga alat pelindung diri (APD) seperti masker, payung, dan kacamata juga tetap diadakan buat setiap jemaah dan dibagikan di embarkasi ketika sebelum keberangkatan

“Itu kesiapan kami dari fasilitas, sarana dan prasarana termasuk tenaga petugas kesehatan yg insya Allah jauh lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Eka usai memberikan arahan pada acara Konsolidasi dan Penguatan Komunikasi Bagi Petugas Kesehatan Haji Indonesia di BBPK Cilandak Jakarta (23/6).

Dengan adanya tambahan kuota jemaah haji sebanyak 10 ribu orang, Kemenkes juga sudah menyiapkan berbagai hal yg dibutuhkan untuk setiap kelompok terbang (kloter).

Untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) mulai ada penambahan 66 tenaga kesehatan yg terdiri atas 22 orang dokter dan 44 perawat. Semua petugas kesehatan ini mulai melayani segera 22 kloter tambahan.

Untuk mempersiapkan tenaga kesehatan tambahan ini, Pusat Kesehatan haji mulai menyelenggarakan pelatihan terintegrasi pada 27-29 Juni 2019 mendatang.

“Semua mengikuti, tenaga bertambah, obat, vaksin, dan makanan tambahan untuk jemaah yg sakit juga kita siapkan,” ungkap Kapuskes Haji.

Sementara itu, lanjut Eka, Kemenkes juga selalu mempersiapkan status istitaah kesehatan jemaah haji Indonesia.

Seluruh jemaah sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan ketika ini telah mendapatkan vaksinasi meningitis meningokokus. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau jemaah agar terus menjaga kesehatannya.

“Jemaah haji harus menyiapkan kesehatan dengan baik, obat-obatan pribadi harus dibawa. Obat-obatan yg dibawa jangan ditaruh di koper tetapi di tas tenteng. Jangan menahan kencing, banyak minum, dan banyak istirahat kalau lelah,” pungkas Eka.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin