Pola Penyakit Di Jakarta Berubah

Jakarta – Pola penyakit di Jakarta lalu dan kini berubah. Dulu banyak penyakit diare, sekarang lebih ke arah penyakit tak menular salah satunya adalah diabetes.

“Transisi prilaku. Anak – anak suka main gadget sehingga kurang aktifitas fisik,” kata dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ketika ditemui di acara Deteksi Dini dan Batasi Gula, Garam, Lemak, buat Cegah Diabetes di Alfamidi Super Bangka, Selasa, (05/11/2019).

Anak – anak lebih cenderung berkegiatan cuma di sofa, tempat tidur, sehingga kurang bergerak. Ini mulai menjadikan metabolisme tubuh lamban.

“Kemudian, transisi gizi. Pemilihan Pola makanan juga menjadi pemicu. Banyak mencari Makanan yg instan dan junkfood. Kurang serat, tinggi lemak, sehingga menjadi pemicu penyakit tak menular,” tambahnya.

Mengatasi diabetes melitus, selain itu penyakit jantung, stroke, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta berupaya mengubah perilaku masyarakat.

“Dengan mengkampanyekan cerdik.
Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang dengan ukup serat, cukup buah, Istirahat yg cukup, kemudian kelola stres,” paparnya.

Karena itu, pengurangan dan pembatasan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak menjadi salah satu cara bagi mencegah datangnya penyakit tak menular.

“Secara fokus kalian terus melakukan edukasi ke masyarakat di lebih dari enam kota di Indonesia. Semuanya fokus ke penggunaan Gula, Garam, Lemak (GGL),” ungkap
Angelique Dewi Head of Division Corporate Communication Nutrifood.

Agar bisa mengetahui tingkat gula dalam darah secara cepat, Nutrifood bekerjasama dengan Alfamart dan Alfamidi, menggelar cek kesehatan gratis.

“Saat ini dapat dikerjakan cek gula darah sewaktu, mampu segera tiba saja di 25 cabang yg tersebar di Jakarta. Tidak dipungut biaya, karena gratis,” tambah Angelique. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin