Prabowo: Apapun Keputusan MK, Kita Sikapi Dengan Dewasa Dan Tenang

JAKARTA, – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno sudah menetapkan bagi menempuh jalur hukum terkait sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 yg diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Prabowo pun meminta para pendukungnya bersikap dewasa dan tenang dalam menyikapi apapun keputusan Mahkamah Konstitusi ( MK) atas sengketa tersebut.

“Kita yakin pada hakim MK, apapun keputusannya kami sikapi dengan dewasa, tenang, berpikir bagi kepentingan bangsa dan negara. Itu sikap kalian dan permohonan kami. Percayalah niat kita bagi kepentingan bangsa negara, umat dan rakyat,” ujar Prabowo melalui video yg diterima , Selasa (11/6/2019).

Baca juga: Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Hadir di Sekitar MK Selama Sidang Sengketa Pilpres

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Ketua Umum Partai Gerindra itu pun meminta para pendukungnya agar tak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di MK ketika sidang sengketa hasil pilpres.

Prabowo mengatakan, telah ada delegasi yg mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang tersebut. Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

Prabowo menekankan, sejak awal dirinya dan Sandiaga berpandangan bahwa aksi menyatakan pendapat di muka umum harus dilaksanakan dengan damai dan anti kekerasan.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa menolak hasil pemilu di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21 hingga 22 Mei dulu berujung kerusuhan.

Baca juga: Kembali Datangi MK, Tim Hukum Prabowo-Sandi Lengkapi Bukti Gugatan Hasil Pilpres

“Kami sama sekali tak ingin ada kerusuhan apapun di negara ini, bukan seperti itu penyelesaiannya. Karena itu aku dan Sandiaga Uno berharap segala pendukung kita terus tenang dan sejuk, damai dan berpandangan baik serta laksanakan persaudaraan dan semangat kekeluargaan sesama anak bangsa,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi nasional yg dikerjakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kalah suara dari pasangan calon presiden dan wakil presiden 01, Jokowi-Ma’ruf. Selisih suara keduanya mencapai 16.594.335.

Adapun Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen).

Adapun MK mulai menggelar sidang pendahuluan sengketa hasil pilpres pada 14 Juni 2019. Menurut jadwal sidang putusan mulai digelar pada 28 Juni.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin