Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Hadir Di Sekitar MK Selama Sidang Sengketa Pilpres

JAKARTA, – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta para pendukungnya agar tak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Mahkamah Konstisusi ketika sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Prabowo mengatakan, telah ada delegasi yg mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang tersebut.

Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

“Kami putuskan selesaikan (sengketa) melalui jalur hukum dan konstitusi, karena itu aku dan Sandiaga memohon agar pendukung kalian buat tak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang,” ujar Prabowo melalui video yg diterima , Selasa (11/6/2019).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

“Saya mohon sami’na wato’na, percayalah pada pimpinan dan sungguh-sungguh kalau anda dukung Prabowo-Sandi, mohon tak perlu hadir di sekitar MK,” ucapnya.

Baca juga: 4 Fakta Polemik Jabatan Maruf Amin di Dua Bank yg Dipersoalkan BPN

Dalam video bedurasi sekitar lima menit itu, Prabowo menegaskan bahwa sejak awal sudah menetapkan menempuh jalur hukum dalam menyikapi hasil pilpres 2019.

Kalaupun ada kegiatan dan acara pengungkapan pendapat di hadapan umum, kata Prabowo, harus tetap dilaksanakan dengan damai dan anti-kekerasan.

“Kami sama sekali tak ingin ada kerusuhan apapun di negara ini, bukan seperti itu penyelesaiannya. Karena itu aku dan Sandiaga Uno berharap seluruh pendukung kalian terus tenang dan sejuk, damai dan berpandangan baik serta laksanakan persaudaraan dan semangat kekeluargaan sesama anak bangsa,” tutur Prabowo.

Baca juga: Yusril: Mereka Overconfident MK Bisa Mendiskualifikasikan Paslon…

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi nasional yg dikerjakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kalah suara dari pasangan calon presiden dan wakil presiden 01, Jokowi-Ma’ruf. Selisih suara keduanya mencapai 16.594.335.

Adapun Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen).

Adapun MK mulai menggelar sidang pendahuluan sengketa hasil pilpres pada 14 Juni 2019. Menurut jadwal sidang putusan mulai digelar pada 28 Juni.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin