Profil 2 Hakim PN Jakpus Yang Diserang Pengacara D

JAKARTA, – Dua hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yg diserang oleh seorang pengacara ketika membacakan pertimbangan putusan kasus perdata, Kamis (19/7/2019), adalah Sunarso dan Duta Baskara.

Sunarso yaitu pria kelahiran Gunungpati, 14 September 1962. Saat ini, jabatan Sunarso sebagai Hakim Utama Muda dengan pangkat Pembina Utama Madya.

Sebelum bertugas di PN Jakarta Pusat, ia yaitu Ketua PN Ungaran, Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinannya, PN Ungaran meraih nilai A dalam penilaian akreditasi penjaminan mutu.

Beberapa masalah yg pernah ia tangani adalah perkara korupsi terkait surat informasi lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan terdakwa ketika itu, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Baca juga: MA: Serangan Pengacara D kepada Hakim Penghinaan terhadap Lembaga Peradilan

Kemudian ia juga pernah menangani perkara korupsi pengadaan pembangunan Gedung Kampus IPDN Bukittinggi tahun 2011 dengan terdakwa ketika itu, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dudy Jocom.

Sunarso juga yaitu dalang wayang asli Gunungkidul. Ia pernah mengisi Hari Ulang Tahun Kabupaten ke-188 dalam acara Gunungkidul Expo di GOR Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen yg berlangsung pada Juni 2019 lalu.

Saat itu, ia mengisi acara tersebut bersama Ketua PN Jakarta Pusat, Yanto, yg juga menjadi dalang wayang di acara itu.

Sementara itu, Duta Baskara yaitu hakim kelahiran Yogyakarta 21 April 1964. Saat ini, ia yaitu Hakim Utama Muda pada PN Jakarta Pusat dengan pangkat Pembina Utama Madya.

Sebelum bertugas di PN Jakarta Pusat, ia pernah menjadi Wakil Ketua PN Tasikmalaya.

Beberapa kasus yg pernah ditanganinya, perkara dugaan suap yg melibatkan tiga petinggi anak usaha Sinarmas dan 4 anggota DPRD Kalimantan Tengah.

Kemudian kasus penghalangan penyidikan perkara korupsi pengadaan kartu tanda penduduk (KTP) berbasis elektronik dengan terdakwa ketika itu, advokat Fredrich Yunadi yg juga pengacara mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

Ia juga pernah menangani masalah mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam.

Baca juga: 2 Hakim yg Diserang Pengacara Saat Sidang Dibawa ke RS buat Divisum

Nur Alam ketika itu terjerat perkara korupsi terkait Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi ke PT Anugrah Harisma Barakah di Sulawesi Tenggara.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin