Sinyal Golkar Menolak Gerindra Masuk Koalisi 01…

JAKARTA,  – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpendapat, Partai Gerindra tak perlu bergabung ke partai politik koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut Airlangga, meski Gerindra memiliki kursi yg signifikan di DPR, tetapi bukan berarti itu membuat koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf tergiur bagi menarik Gerindra bergabung.

“Ya dalam demokrasi yg sehat tentu ada yg di pemerintah, ada yg di parlemen yg check and balance ya,” ujar Airlangga ketika dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Menurut Airlangga, kekuatan koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf di parlemen telah cukup besar, yakni sekitar 60 persen. Kekuatan itu dinilai telah cukup bagi mengawal program kerja pemerintah selama lima tahun ke depan.

Baca juga: Jokowi Terbuka seandainya Gerindra Ingin Gabung Koalisi

Saat dimintai penegasannya, apakah artinya Golkar menolak masuknya Gerindra, ia tak menjawab lugas. Airlangga mengatakan, politik yaitu sesuatu yg dinamis.

Sekadar gambaran, parpol koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf sendiri telah mendominasi kursi di DPR. Antara lain, PDI-P yg memperoleh 27.053.961 suara atau 19,33 persen diperkirakan memiliki 128 kursi di DPR.

Golkar memperoleh 17.229.789 atau 12,31 persen dan diperkirakan menguasai 85 kursi di DPR. PKB memperoleh 13.570.097 suara atau 9,69 persen diperkirakan menguasai 58 kursi.

Baca juga: Yakin Prabowo Menang, Gerindra Belum Berniat Merapat ke Jokowi

Adapun, Partai Nasdem memperoleh 12.661.792 suara atau 9,05 persen yg diperkirakan menguasai 59 kursi di parlemen.

“Jadi sekarang saja koalisi kalian telah menguasai lebih dari 60 persen (kursi di DPR),” ujar Airlangga.

Sekalipun ada parpol oposisi yg ingin merapat, Airlangga menegaskan, visi dan misinya harus seirama dengan partai politik anggota koalisi yg telah terlebih lalu bergabung.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin