SSLC Kini Berkonsep Paperless School

Jakarta – PT Samsung Electronics Indonesia selalu berkontribusi dan memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia, salah satunya melalui implementasi program Corporate Citizenship pada bidang pendidikan.

Sejak 2017, Samsung berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI), meresmikan Samsung Smart Learning Class (SSLC), sebuah ruang kelas berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), sebagai wadah buat memberikan pelatihan penggunaan gadget dan teknologi untuk para guru anggota IGI dan mendorong kegiatan belajar mengajar yg lebih interaktif.

Kini, SSLC di IGI Makassar juga digunakan sebagai ruang sekolah berkonsep paperless school bernama Ranu Harapan Islamic School (RHIS) yg didirikan atas inisiatif pengurus IGI Makassar.

Vice President Corporate Business and Corporate Affairs Samsung Electronics Indonesia Kang HyunLee mengatakan, sejak diresmikan pada 2017 lalu, SSLC di IGI Makassar dan program-programnya sudah memfasilitasi pelatihan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan mengajar yg diikuti oleh lebih dari 800 guru di Sulawesi Selatan.

“Kami menyambut baik inisiatif pengurus IGI yg memperluas fungsi Samsung Smart Learning Class (SSLC) di IGI Makassar menjadi sekolah Ranu Harapan Islamic School . Hal ini memang sesuai dengan harapan kami, bahwa SSLC mampu bermanfaat luas bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, di mana teknologi dimanfaatkan sebagai fasilitas bagi menciptakan kegiatan belajar mengajar yg lebih kreatif dan menarik terutama buat para siswa,” ujar Kang dalam siaran persnya kepada , Kamis (23/5/2019).

Para guru memanfaatkan fasilitas SSLC dan mengikuti pelatihan setiap akhir minggu dengan jadwal yg telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi maupun IGI Makassar selaku pengelola SSLC.

Antusiasme mereka tak cuma ditunjukkan ketika pelatihan berlangsung, namun setelahnya mereka juga mengimplementasikan beberapa materi yg sudah diajarkan, seperti pemeriksanaan hasil ujian berbasis Android yg meningkatkan efisensi kerja, sehingga para guru memiliki lebih banyak waktu buat mempersiapkan materi ajar yg lebih menarik.

Selain itu, para guru juga telah akan terbiasa membuat video buat mengatakan materi pembelajaran mereka sehingga lebih interaktif dan membuat murid lebih semangat mengikuti proses belajar di kelas.

Dengan tujuan memaksimalkan manfaat SSLC, maka pada hari Senin hingga Jumat, kelas digunakan bagi kegiatan belajar mengajar RHIS. Dikembangkan dengan konsep paperless school, RHIS menjalankan kegiatan pembelajarannya tanpa memakai kertas, spidol, maupun pinsil, namun memakai perangkat standar bagi kelas berbasis ICT.

Sebagaimana yg sudah difasilitasi oleh Samsung bagi SSLC, maka siswa-siswa RHIS pun bisa menikmati pembelajaran dengan memanfaatkan 23 unit Samsung Galaxy Tab A with S-Pen, televisi Samsung dan koneksi internet yg ada di dalam SSLC.

Selain itu, para siswa RHIS juga dibimbing oleh tenaga pengajar terbaik dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan yg telah mendapatkan pelatihan dasar penggunaan tablet dan e-learning dari tim Samsung dan IGI Makassar.

“Saat tahun 2017 kalian menerima bantuan fasilitas Samsung Smart Learning Class, kita sangat senang karena merasa optimis kemampuan mengajar kita mulai semakin berkembang, terutama dengan penggunaan gadget dan teknologi. Saat pelatihan akan berjalan, kita melihat potensi bahwa SSLC juga mampu semakin bermanfaat karena kita cuma menggunakannya pada akhir pekan, maka selama Senin sampai Jumat seharusnya dapat digunakan buat kegiatan pendidikan yg lain. Akhirnya kita tergerak bagi membuat sebuah sekolah berkonsep paperless school ini, ucap Muhammad Ramli Rahim, Ketua Dewan Pembina RHIS Makassar.

“Murid-murid juga sangat senang belajar di ruang kelas berbasis teknologi ini, belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan mereka dapat memahami pelajaran dengan lebih baik,” imbuhnya.

Fasilitas SSLC yg diberikan pada IGI Makassar pada 2017 dahulu itu yaitu sebuah bentuk dukungan Samsung bagi guru-guru di Indonesia buat meningkatan kemampuannya dalam menerapkan kemajuan teknologi dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Kehadiran SSLC diharapkan dapat membuat para guru menciptakan metode belajar mengajar yg lebih efisien, menarik, dan interaktif dengan para siswa.

Program Samsung Smart Learning Class (SSLC) ini mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru, seperti tercantum pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, pada Bab II Pasal 3 disebutkan bahwa salah satu kompetensi yg perlu dimiliki oleh para guru adalah pemanfaatan teknologi buat pembelajaran.

Selain di Makassar, SSLC juga hadir di enam lokasi lainnya yaitu, SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, SMA Pangudi Luhur Jakarta, Brawijaya Smart School Malang, SMA Plus Negeri 17 Palembang, SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar, SMA Negeri 5 Balikpapan, SMA Bina Amal Semarang, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, dan SD YPK Waupnor, Biak, Papua.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin