Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum Dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

JAKARTA, РSurvei yg dikerjakan Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) menunjukkan bahwa mayoritas publik menilai, keadaan penegakan hukum cukup baik sebelum dan sesudah kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Dalam survei, SMRC menanyakan kepada responden mengenenai keadaan penegakan hukum secara nasional pada 20 April hingg 1 Juni 2019.

“Hasilnya, mayoritas atau 45 persen responden menilai penegakan hukum dalam keadaan baik,” ujar peneliti SMRC Sirajuddin Abbas dalam pemaparan survei di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Baca juga: Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Selain itu, 4 persen menyampaikan sangat baik pada April dan 3 persen menyatakan kondisinya sangat baik pada Juni 2019. Kemudian, yg menjawab sedang, sebanyak 28 persen pada April, dan 27 persen pada Juni.

Adapun, yg menjawab penegakan hukum kondisinya buruk ada sebanyak 18 persen pada April, dan 19 persen pada Juni. Kemudian, masing-masing 2 persen yg menjawab sangat buruk.

Selain itu, terdapat 4 persen pada April dan 5 persen pada Juni 2019 yg tak menjawab atau tak tahu.

Baca juga: Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei mengenai opini publik ini dikerjakan pada 20 Mei-1 Juni 2019. Pendanaan survei ini dibiayai sendiri oleh SMRC.

SMRC melibatkan 1.078 responden yg dipilih secara acak. Responden adalah penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yg telah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.

Pengambilan data dikerjakan wawacara tatap muka secara segera oleh pewawancara yg telah terlatih. Adapun, margin of error dalam penelitian ini sebesar lebih kurang 3,05 persen.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin