Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus Yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

JAKARTA, – Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menyindir sikap tim hukum Prabowo-Sandiaga yg mencari perlindungan untuk saksi dalam sidang sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Menurut dia, justru tim hukum Prabowo-Sandiaga yg memiliki kredibilitas buruk dalam menghadirkan saksi.

“Memang selama ini siapa yg memiliki pengalaman dan rekam jejak pernah menghadirkan saksi palsu?” ujar Ace saat dihubungi, Minggu (16/6/2019).

“Jangan menupak air di dulang, terpercik muka sendiri. Masyarakat telah tahu rekam jejak masing-masing tim hukum,” tambah dia.

Baca juga: MK Bakal Pertimbangkan Perlindungan Saksi seandainya Diminta Tim Prabowo-Sandi

Ace mengacu pada ketua tim hukum 02, Bambang Widjojanto yg pernah terjerat perkara dugaan menyuruh saksi memberikan informasi palsu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pilkada di Kotawaringin Barat pada 2010 silam.

Pada 2016, Jaksa Agung M Prasetyo akhirnya mengambil langkah mengesampingkan atau mendeponir masalah Bambang.

Semenjak keputusan mendeponir, Kejaksaan menyatakan bahwa kasus dinyatakan berakhir tanpa diproses ke pengadilan.

Dengan rekam jejak tersebut, Ace berpendapat, kredibilitas saksi yg dibawa tim hukum 02 dapat dipertanyakan.

Baca juga: LPSK Tidak Bisa Lindungi Saksi dan Ahli Prabowo-Sandiaga di Sidang MK

Sebaliknya, Ace mempertanyakan ancaman apa yg mungkin dapat diterima para saksi dalam sidang nanti.

Menurut dia, termohon dan pihak terkait dalam kasus ini tak mungkin melakukan ancaman terhadap saksi siapapun.

“Tidak perlu mereka bicara soal perlindungan saksi seakan-akan kalian mulai melakukan sesuatu terhadap saksi mereka,” kata Ace.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendatangi LPSK bagi meminta perlindungan terhadap saksinya dalam sidang sengketa pemilu di MK.

Baca juga: Tim Hukum 02: Diskualifikasi Jokowi-Maruf, Nyatakan Prabowo-Sandi Pemenang, atau Pemilu Ulang

Namun, LPSK ternyata tak dapat memberi perlindungan untuk saksi dan ahli yg mulai dihadirkan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum di MK atas alasan terbentur undang-undang.

Namun, ketua tim hukum 02, Bambang Widjojanto telah mendapatkan sejumlah masukan dari LPSK mengenai apa yg bisa dikerjakan agar keinginannya memberikan perlindungan buat para saksi dan ahli tersebut mampu diwujudkan.

Bambang dan kawan-kawan pun mulai mengirimkan surat kepada MK, meminta agar hakim mahkamah memerintahkan LPSK memberikan perlindungan buat saksi dan ahli yg mulai dihadirkan.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin