TKN Siapkan Penangkal Dugaan Kecurangan TSM Versi BPN Di MK

JAKARTA, – Tim Kampanye Nasional ( TKN) telah bersiap dalam menangkal tudingan adanya kecurangan pemilu yg terstruktur, sistematis, dan masif oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi ( MK).

“Tentu selama ini mereka membawakan tema besar yg tidak jarang disebut TSM, terstruktur, sistematis, dan masif. Kami tentu telah siapkan penangkalnya,” ujar Wakil Ketua TKN Arsul Sani di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Arsul menambahkan, pihaknya memprediksi BPN kembali mulai mengungkap dugaan kecurangan TSM. Namun TKN sudah memiliki data yg bsa menangkal tudingan itu.

Baca juga: TKN Dukung Polisi Tindak Tegas Dalang Kerusuhan 22 Mei 2019

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

TKN, lanjutnya, juga sudah merekapitulasi dan memiliki tabulasi data sendiri. Pusat tabulasi datanya pun tidak berbasiskan SMS, tapi berdasarkan formulir C1 yg dikumpulkan para saksi.

“Tabulasi TKN tak berbasis SMS, tapi berdasarkan formulir C1 yg dikirimkan para saksi TKN maupun dari partai-partai koalisi,” ungkapnya kemudian.

Adapun gugatan sengketa pemilu yg masuk ke MK ditargetkan selesai seluruhnya pada Agustus 2019. Sengketa pemilihan presiden mulai selesai 28 Juni sedangkan pileg 9 Agustus.

Baca juga: TKN Bentuk Tim Hukum Sengketa Pilpres di MK, Yusril Jadi Ketuanya

“Untuk gugatan pilpres, kami baru mulai meregistrasinya pada 11 Juni,” ujar Fajar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (23/5/2019).

Sidang pendahuluan mulai diisi dengan penyampaian permohonan pemohon dan jawaban termohon.

Setelah itu, sidang pemeriksaan pembuktian mulai dimulai pada 17 Mei. Waktu penyelesaian sidang pembuktian itu adalah 14 hari kerja. Artinya, gugatan masalah pilpres harus selesai maksimal 28 Juni. 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin