820 Hari Kasus Novel Dan Tenggat Waktu Dari Jokowi…

JAKARTA,  — Dua tahun tiga bulan atau tepatnya 820 hari sudah berlalu sejak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada 11 April 2017.

Namun hingga kini pengusutan masalah itu masih gelap.

Belum ada satu pun pelaku lapangan yg terungkap. Presiden Joko Widodo pun akhirnya memberi tenggat waktu kepada Kapolri buat mengungkap masalah ini.

“Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Baca juga: Soal Kasus Novel, Jokowi: Jangan Sedikit-dikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa

Ini pertama kalinya Presiden Jokowi memberi tenggat waktu ke Kapolri buat menyelesaikan kasus Novel.

Sebelumnya, ketika beberapa kali ditanya mengenai persoalan tenggat waktu ini, Jokowi tidak pernah menjawab dengan tegas.

Kepala Negara berulang kali mengungkapkan bahwa masih memercayakan sepenuhnya penyidikan perkara Novel kepada Kapolri.

Oleh karena itu, ia belum mau membentuk tim gabungan pencari fakta ( TGPF) independen seperti yg dituntut oleh pihak Novel dan aktivis antikorupsi.

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Waktu 3 Bulan buat Kapolri Temukan Penyerang Novel

TGPF versi Kapolri

Menjelang debat pilpres pada Januari 2019, Kapolri akhirnya membentuk TGPF buat mengusut perkara Novel.

Meski ada unsur masyarakat sipil di dalamnya, anggota tim ini masih didominasi oleh penyidik dari Polri. 

Kapolri memberi waktu enam bulan untuk tim tersebut bagi bekerja. Namun, hingga masa waktu habis, pelaku penyerangan belum juga terungkap.

TGPF cuma menemukan sejumlah temuan baru yg justru dianggap menyudutkan Novel sebagai korban.

Misalnya, penyerangan ini diduga karena penyalahgunaan wewenang yg dikerjakan Novel sebagai penyidik KPK.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin