AJI Minta Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Ricuh Di KPK

JAKARTA, – Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) Jakarta mengecam tindak kekerasan yg dikerjakan oleh massa aksi terhadap jurnalis yg melakukan liputan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jumat (13/9/2019).

“Ada dugaan upaya pembiaran dari aparat kepolisian yg berjaga di lokasi,” kata Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani Amri dalam informasi tertulis, Sabtu (14/9/2019).

AJI mencatat ada beberapa jurnalis yg menjadi sasaran massa aksi pendukung Firli Bahuri dan revisi Undang-Undang KPK itu.

Baca juga: Alat Kerja Wartawan Dirusak Demonstran di Depan Gedung KPK

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Salah seorang korban kekerasan, juru kamera Beritasatu Rio Comelianto menceritakan, jurnalis yg bertugas di gedung KPK mengalami intimidasi fisik secara langsung.

Sejak kericuhan terjadi, press room jurnalis yg berada tepat di samping ruang lobi KPK dilempari batu dan bambu oleh massa.

“Kami benar-benar jadi sasaran. Dilarang meliput dan ambil gambar,” kata Rio.

Demi mengamankan diri, beberapa jurnalis ada yg tetap berada di dalam press room. Sebagian jurnalis yang lain menghindari daerah sekitar press room.

Ketika salah seorang demonstran memaksa bagi melepaskan kain hitam penutup simbol KPK, Rio dan seorang reporter Beritasatu coba meliput kejadian tersebut.

“Kami dihalang-halangi. Reporter aku dipukul, aku dicakar. Kamera aku disenggol dan sempat jatuh ke tanah,” ucap Rio.

Beberapa jurnalis yang lain mengalami hal serupa. Tripod salah seorang jurnalis TV bahkan sampai rusak.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin