Alotnya Rekapitulasi Suara PPLN Kuala Lumpur…

JAKARTA, – Sidang pleno rekapitulasi suara pemilu buat Kuala Lumpur berlangsung alot di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Minggu (19/5/2019).

Sidang pleno hasil pemilu yg dibuka sejak pukul 16.00 WIB ini belum juga disahkan hingga pukul 22.30 WIB.

Para saksi dari TKN Jokowi-Ma’ruf, BPN Prabowo-Sandiaga, dan partai politik berdebat soal hasil penghitungan suara dari pemungutan suara ulang (PSU) metode pos.

Baca juga: Bawaslu Rekomendasikan 60 Ribu Suara Hasil Pemilu Ulang di Kuala Lumpur Tidak Dihitung

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Sebab, ada 60.278 surat suara yg baru dikirim dari pos pada 16 Mei 2019. Padahal, batas penerimaan surat suara melalui pos adalah 15 Mei 2019.

“Tetapi segala surat suara yg kita hitung itu ada tanda terima dari pihak pos Malaysia tanggal 15 Mei, semuanya. Surat datang di kantor pos tanggal 15 Mei,” ujar anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Yusron.

Yusron mengatakan, 60.278 surat suara tersebut telah diterima oleh pos Malaysia pada 15 Mei. Namun, karena masalah teknis baru mampu dikirim ke PPLN pada 16 Mei.

Perdebatan pun terjadi dalam pertemuan ini.

Para saksi berdebat apakah 60.278 surat suara tersebut dapat dihitung meskipun keluar dari tahapannya. Adapun, jumlah surat suara yg dihitung di luar 60.278 suara tersebut ada 22.807.

Perdebatan saksi

Saksi dari Partai Demokrat, Lukman Nul Hakim mengatakan, partai politik tak mendapatkan keterangan mengenai 62.278 surat suara tambahan dari pemungutan suara ulang metode pos itu.

Baca juga: Bawaslu Pertanyakan Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur

Surat suara tersebut datang pada 16 Mei 2019 di ruang penghitungan surat suara.

“Kemudian ada perbedaan pendapat apakah ini dihitung atau tidak,” kata Lukman.

Menurut Demokrat, Panwaslu Kuala Lumpur telah mengeluarkan surat edaran. Surat suara yg dihitung oleh PPLN Kuala Lumpur cuma 22.807 surat suara.

Artinya, surat suara tambahan sebanyak 62.278 itu tak dihitung karena tiba di luar jadwal.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin