Banyak Penderita Hipertensi Tak Rutin Minum Obat

Jakarta – Ternyata, banyak pasien Penderita hipertensi tak rutin konsumsi obat.

Dari prevalensi hipertensi sebesar 34,1 persen diketahui bahwa sebesar 8,8 persen terdiagnosis hipertensi dan 13,3 persen orang yg terdiagnosis hipertensi tak minum obat serta 32,3 persen tak rutin minum obat.

Hal ini memamerkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tak mengetahui bahwa dirinya Hipertensi sehingga tak mendapatkan pengobatan.

Alasan penderita hipertensi tak minum obat antara yang lain karena penderita hipertensi merasa sehat 59,8 persen, kunjungan tak teratur ke fasyankes 31,3 persen, minum obat tradisional 14,5 persen, memakai terapi yang lain 12,5 persen, lupa minum obat 11,5 persen, tak dapat beli obat 8,1 persen, terdapat efek samping obat 4,5 persen, dan obat hipertensi tak tersedia di Fasyankes 2 persen.8

Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena kadang tanpa keluhan, sehingga penderita tak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Kerusakan organ target akibat komplikasi Hipertensi mulai tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya keadaan tekanan darah yg tak terdiagnosis dan tak diobati.

Dokter dari Perhimpunan Hipertensi Indonesia Dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH,FINASIM menyampaikan tekanan darah yaitu penyebab penting kematian di dunia tetapi juga menjadi beban penting sehingga ini menjadi persoalan global.

“Semua organ yg memiliki pembuluh darah mulai dirusak oleh hipertensi seperti otak,” kata Dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH,FINASIM, Jakarta, Jumat, (17/05/2019).

Organ-organ tubuh yg menjadi target antara yang lain otak, mata, jantung, ginjal, dan mampu juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer.

Hipertensi mampu dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yg tak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stres.

Data Riskesdas 2018 pada penduduk usia 15 tahun keatas didapatkan data faktor risiko seperti proporsi masyarakat yg kurang makan sayur dan buah sebesar 95,5 persen, proporsi kurang aktifitas fisik 35,5 persen, proporsi merokok 29,3 persen, proporsi obesitas sentral 31 persen dan proporsi obesitas umum 21,8 persen.

Data tersebut di atas memamerkan peningkatan seandainya dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2013.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin