Bugatti Masih Belum Mau Ikut Tren Mobil Listrik

Molsheim – Manufaktur supercar asal Prancis, Bugatti, menyatakan belum mau mengikuti tren otomotif dunia yg beralih dari mobil bermesin bakar (combustion engine) ke mobil berpenggerak listrik.

CEO Bugatti Stephan Winkelmann menyatakan bahwa populasi Bugatti yg tak terlalu banyak, dinilai tak memberikan dampak emisi yg signifikan

Dia juga menjelaskan mesin W16 dengan 16 piston silinder yg digunakan mobil-mobil Bugatti memberikan sensasi kecepatan dan daya tarik emosional bagi para pemiliknya, sehingga mereka belum berniat menggantinya dengan mesin listrik.

“Untuk 10 tahun ke depan, cuma mesin W16 yg memberikan emosi dan sensasi yg diharapkan oleh konsumen supercar kami,” kata Winkelmann, seperti dilansir AFP.

Saat ini, kurang dari 700 unit Bugatti yg beredar di semua dunia.

Mobil super itu juga tak dipakai setiap hari oleh pemiliknya, melainkan cuma 1.200 kilometer per tahun atau 100 kilometer per bulan.

“Mungkin karena rata-rata pemilik Bugatti milik koleksi 42 mobil buat dipakai,” kata perusahaan otomotif yg menjadi bagian dari Volkswagen Group itu.

Tim Bravo, kepala divisi komunikasi perusahaan menyampaikan pemilik Bugatti umumnya bukan ‘pejuang lingkungan’, namun mereka berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan cara lain, misalnya berdonasi.

“Banyak dari mereka menyumbang buat persoalan lingkungan, meski kebanyakan orang mungkin tak mengetahuinya,” kata Tim Bravo.

Winkelmann kembali menambahkan, “Tahun 2019 adalah tahun sangat baik buat Bugatti, yg terbaik sejak 1998 dalam hal pendapatan, pengiriman, dan pendapatan.”

Konsumen Bugatti adalah kalangan berkantong tebal karena harga Bugatti Chiron US$2,8 juta (sekitar Rp35 miliar) sedangkan harga Bugatti Divo mampu menembus Rp75 miliar. Harga itu pun belum termasuk pajak.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin