Mengisi Ramadhan Ala Komunitas Tik Tok

Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan, aplikasi jejaring sosial video pendek, Tik Tok menggelar challange #TikTokMubarak sekaligus mengadakan acara berkumpulnya para konten kreator di Indonesia bertempat di Rumah Maroko, Jakarta Pusat, Hari ini Sabtu (16/05/2019).

TikTok Community Manager Natasya menyampaikan bahwa ini yaitu salah satu usahanya dalam mempertemukan dan silaturahmi para Tik Tokers (sebutan buat pengguna Tik Tok) dari dalam negeri.

“Kami sangat senang buat memulai #TikTokMubarak dengan beragam tantangan lokal dan bekerja sama dengan berbagai mitra co-branding selama bulan suci ini menjelang Idul Fitri. Tantangan dalam aplikasi ini sejalan dengan strategi lokalisasi kita yg kuat bagi mendorong orang Indonesia membuat konten yg relevan dengan budaya dan tren lokal seperti Ramadan,” katadia dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Challenge #TikTokMubarak adakah tantangan tarian yg menyenangkan dengan diiringi music dari music Ramadhan di Tiktok.

Setelah tantangan #SambutRamadan, challenge berikutnya yg diluncurkan TikTok berhubungan dengan sahur dan buka puasa yg kemudian diikuti dengan challenge makeup dan gaya hijab Ramadhan.

“Sejalan dengan misi kita buat memberdayakan orang buat mengabadikan momen yg utama melalui membuat dan berbagi video pendek ketika bepergian, kalian selalu mencari cara bagi melibatkan komunitas konten kreator kami. Kami senang bagi membuka lebih banyak peluang bagi menjadi pusat interaksi antara kreator dan penggemar kami, terutama selama bulan Ramadhan ini,” tambah Natasya.

Dalam konferensi pers yg dilangsungkan sebelum kegiatan buka puasa bersama para konten kreator , para TikTokers dalam negeri berbagi ilmunya kepada para rekan media bagaimana cara membuat kreator yg unik di platform tersebut.

Mulai dari penggunaan filter hingga menampilkan transisi video yg menawan diperagakan oleh mereka. Selain itu, pemilihan latar suara yg tepat juga menjadi salah satu yg diajarkan oleh mereka.

Seperti halnya tips yg diberikan oleh konten kreator yg fokus dengan video tarian Monica Risella menuturkan konten dapat dibuat sekreatif mungkin dan tak cuma mengikuti contoh video yg ditawarkan oleh TikTok. Mereka juga harus dapat membuat gaya sendiri yg nantinya mulai menjadi ciri khas.

“Yang pasti sih ngikutin apa yg terbaru di TikTok. Jadi kalau ada yg baru keluar, kami segera bikin. Bikinnya kalau dapat bervariasi ya biar nggak itu-itu saja. Terus kalau dapat milik ciri dan keunikan,” kata Monica.

Tik Tok sendiri baru-baru ini menjadi aplikasi nomor satu atau raja di App Store pada kuartal pertama 2019.

Menurut laporan dari Sensor Tower, Tik Tok sudah diunduh lebih dari 33 juta kali di pusat aplikasi Apple itu pada triwulan pertama 2019. Tik Tok mengalahkan YouTube, Instagram, WhatsApp dan Messenger.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin